kamu

Bukan aku sok baik. Tapi aku mengkhawatirkan dirimu
Bukan aku sok ngatur. Tapi aku mengungkapkan hal yang tak ku suka
Aku ingin jadi diriku juga dimana duduk disebelahmu bukan hal yang aneh, tak ada getaran apapun.
Dimana tertawa lepas bersama saat kekonyolan terjadi antara dirimu dan diriku.
Aku tak tau bagaimana mengungkapkan segala hal tentang dirimu, yang mengganggu pikiranku.
Aku merasa bahwa semua ini hanya candaan, kau tak benar-benar menginginkan diriku dalam hidupmu.
Kau hanya menyukaiku, tak menginginkanku.
Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa kau adalah orang yang menyukaiku sejak kita kelas 1 SMA hingga sekarang. Kau yang tau sisi baik dan burukku. Kau yang tetap bilang bahwa kau menyukaiku.
Tapi sulit melihat realita bahwa kau masih memperlakukanku sama seperti pada teman-teman kita yang lain. Lalu, apakah benar diriku memang seseorang yang istimewa di hidupmu? Mungkin ini berlebihan, tapi bisakah kau sekedar meyakinkanku? Seberapa berhargakah diriku bagimu jika engkau tak benar-benar menemani hari-hariku?
Aku tak tau arti dari setiap senyummu. Entah itu memang tulus senyum dari hatimu, atau karena menghargaiku karena aku yang sudah terlanjur menebar senyum pada mu?
Kecemburuanku pada mu hanyalah pesan yang tak tersirat memberitahumu agar kau memperhatikanku. Aku berusaha senyum dalam diam yang didalamnya bergejolak antara kemarahan dan kebingungan untuk mengungkapkan. Ujungnya, senyum itu membawaku untuk meneteskan air mata--tanda meluapnya kemarahan yang tertahan.
Hai kamu, aku senang karena kau hadir saat aku kecewa pada semua orang yang telah mendekatiku. Aku sempat berpikir kau orang yang tepat bagiku dan yang selama ini ku cari. Aku hanya berharap pikiran itu bisa menjadi kenyataan. Aku, tanpa keyakinan darimu, berusaha bertahan, entah sampai kapan, yang pasti, ini cukup membuat sakit tak tertahankan.

Untitled

Saat keinginan belum terwujud, yakinlah ada skenario indah yang telah Dia siapkan 
Saat jodoh tak kunjung datang, percayalah, tulang rusuk tak kan tertukar 
Saat usaha telah dilakukan, namun hasil belum sesuai harapan. Optimislah, siapa tahu Allah ingin melihat kesabaran kita 
Saat ujian begitu menyesakkan dada. Bersujudlah, ada Allah tempat kita menghamba 

Sahabatku,
Seorang rektor mengingatkan kembali diriku
Bahwa jika ingin mendapatkan kejaiban hidup
Nol-kan diri, Cukuplah Allah yang Ahad.
Jangan merasa diri hebat.
Karena 1/0 = Tak terhingga (Keajaiban) 
1 itu Allah yang Ahad
0 itu diri kita yang berpasrah hanya padaNya
Tak terhingga itu keajaiban yang Allah berikan pada kita 
Semoga kita termasuk orang yang sukses bersama Allah. Aamiin 

(furqan khalid) 


4 September 2013

Hikmah

Waspadalah ketika ibadah sudah mulai malas dan maksiat mulai sering dilakukan, karena itu adalah pertanda mulai memudarnya perhatian Allah kepada kita. 

(Aa' Gym) 

3 September 2013


up